Membina Pribadi Sukses

Penjelasan pada renungkan kali ini akan membahas tentang bagaimana membina pribadi sukses agar apa yang dinginkan serta dicita-citakan dapat terealisasi dengan baik dan segera. Langkah awal memulainya tiada lain dengan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang teguh dan kuat baik mental maupun spiritual. 


Untuk itu cara MEMBINA PRIBADI akan diawali dengan membahas tentang pentingnya PERBAIKAN AKHLAK terlebih dahulu sebelum mendeskripsikan tentang apa ciri-ciri utama pribadi sukses itu ?

Dalam usaha menyingkap tabir/hijab yang membatasi diri dengan Tuhan, oleh Kaum Dhufi/Tasawwuf telah membuat suatu sistim yang dinamakan: Takhalli, Tahalli, Tajalli (yang nanti akan diterangkan) sistim mana dipakai dalam Riadhah/latihan-latihan dan mujahadah/berjuang untuk mensuci bersihkan diri dari segala sifat-sifat yang tercela dan menghiasinya/membina diri dengan segala sifat-sifat yang terpuji dalam rangka mencapai “maqam” yang lebih tinggi, dengan kata lain memperbaiki Akhlak. Dalam buku Kimyaus-Saadah al-Ghazali berkata, “bahwa tujuan perbaikan akhlak itu ialah untuk membersihkan qalbu dari kotoran-kotoran hawa nafsudan amarah sehingga hati menjadi suci bersih, bagaikan cermin yang dapat menerima Nur cahaya Tuhan”.

Dinding/hijab yang membatasi diri dengan Tuhan ialah hawa nafsu kita sendiri. Dalam usaha menghilngkan hijab/dinding itu, kaum shufi mengadakan latihan-latihan dari satu tingkat ke tingkat yang lebih tinggi yang pada akhirnya dapat mempersatukan dirinya dengan Tuhan. Firman Allah dalam Qur’an (S. Al0Kahfi 110).

“Maka barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh [memperbaiki akhlak] dan janganlah ia mempersekutukan apapun dalam beribadat kepada Tuhan [bersih dari segala kotoran-kotoran hawa nafsu]”.

Maka untuk mencapai tujuan “Liqa” itu membutuhkan latihan-latihan dan perjuangan, perjuangan untuk mensuci bersihkan diri, perjuangan memperbaiki akhlak secara terus menerus dan dalam menyembah Tuhan terus menerus sampai akhir hayat.

Firman Allah dalam Qur’an (S. Al-Hijr 99):
“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)”.

Maka yang dapat menghayati kita dalam pekerjaan-pekerjaan seperti itu adalh “sabar”.

Dengan membina pribadi maka kesuksesan pun akan segera diraih, namun tentu harapan bukan hanya sekedar keinginan perlu juga ditopang dengan doa dan tentunya usaha dengan komitmen yang kuat. Anda dapat berhasil dengan tips bisnis dalam urusan segala hal baik dunia maupun akhirat.